I do it my way (by carolineinleoparland)
hey its me on the camera!! :D, by Blackberry 9780.
Di ujung lirikan mata itu, ada dua ksatria berbaju zirah yang menyusun strategi dalam diam. “Hatinya harus bisa kuculik sebelum Apollo beranjak naik ke singgasana, atau dikutuklah aku atas nama Aphrodyte!”
Perahu Nelayan - Pantai Sakera Tg. Uban
Ada yang jatuh di hatiku. Sepertinya itu namamu.
Lalu dia pecah, remah huruf hurufnya merebak ke seluruh paru paru.
Meleleh merembes membasahi pori nodi.
Menjalar, melaju menuju kepala
Kemudian membelah diri berjuta-juta.
Masih. Masih membelah diri.
Tak bisa berhenti.
Rahne Putri (via sadgenic)
@khlasht
@Khlasht
Aku ingin menjadi sepatu tua penginggalan Kakek yang tak berani dibuang oleh Ayah. Tersimpan di sudut lemari paling dalam bersama debu dan sarang laba-laba. Kata Ibu, sepatu itu hanya akan dimakan rayap, lalu rusak, lalu hancur, lalu lebur bersama abu yang membungkusnya.
Aku ingin menjadi sepatu tua peninggalan Kakek yang sering dipakai sebelum Ia berangkat kerja. Dipakainya sambil duduk di teras menyeruput kopi buatan Nenek, sebelum membagikan uang jajan sekolahku. Kata Nenek, sepatu itu sudah usang, nanti robek, solnya lepas lalu Kakek harus bertelanjang kaki pulang ke rumah.
Aku ingin menjadi sepatu tua peninggalan Kakek yang tersimpan di sudut lemari, yang usang, yang akan dimakan rayap, yang nanti robek. Karena dengan begitu, jantungku tak perlu mendegupkan rindu. Karena Kau Nona, tak perlu jauh dariku. Kita akan seperti sepasang sepatu tua peninggalan Kakek yang akan lebur bersama abu. Berdua.
Ya… Ya.. Ya… Silahkan menghakimi dari judulnya, karena sisa dari tulisan ini hanyalah racauan seorang pemalas yang tidak bisa menancapkan keteguhannya bahkan pada sebuah blog.
Saya tidak akan minta maaf panjang lebar atau mengurai alasan kusut kenapa blog ini (dan blog saya yang lainnya) diperlakukan seperti buku bekas yang sampulnya sudah direnggut. Toh, tidak akan berguna. Jadi, mari kita mulai awal baru dengan ketidakpastian seperti sebelumnya.
Ah, iya! Beberapa post sudah saya hapus, menyisakan tiga post dari tahun lalu dan saya juga tidak bisa menjelaskan kenapa saya melakukannya. Kadang, otak tidak membutuhkan alasan untuk memerintah anggota tubuh.
Mulai dari nol lagi, ya! :)
(Maaf kalau saya terdengar defensif dan menyebalkan, tapi kebanyakan orang yang merasa bersalah selalu seperti itu, kan? Saya hanya meneruskan kultur :D )